Translate

Home » » Sikap hedon dalam kriminologi

Sikap hedon dalam kriminologi

Written By Umaru on Selasa, 19 Januari 2021 | 1/19/2021 08:37:00 PM

 Akhir-akhir ini seringkali memikirkan apa peran kriminologi dalam hukum pidana di Indonesia. Apakah benar-benar memiliki fungsi terapan atau hanya sekedar untuk pengembangan ilmu itu sendiri?

Ada beberapa tulisan yang sudah dibaca sebenarnya, bahkan membeli dasar-dasar kriminologi sebagai suatu pengantar untuk tahap lanjutannya. Namun adalah hal yang cukup lucu dalam sejarah adanya kriminologi ini.

Hal ini menurut Barnes dan Teeters yang membagi a;iran dalam kriminologi menjadi 6 aliran yaitu pre klasik, klasik, positif atau italia, analitis atau individualis dan multiple causation. Yang menjadi perhatian adalah pada aliran pre-klasik yaitu:

berlangsung sejak tahun 400 SM sampai 1700. Teori tentang sebab kejahatan dalam aliran pre klasik dibagi dalam 4 tahap yaitu:

1. Tahun 400 SM

diperkiran yang menjadi sebab kejahatan dalam masa ini adalah kehendak bebas. Kemudian dianggap sebagai sebab adalah pandangan hedonisme, doktrin bahwa kesenangan adalah yang terpenting di dunia ini dan harus dijadikan sebagai tujuan dari setiap perbuatan.

2. Tahun 30 Masehi

sebab kejahtan dicari pada setan

3. Tahun 1215

orang dianggap bertanggung jawab secara pribadi atas perbuatannya, kehendak bebas, akan tetapi dalam mencari sebab terjadinya kejahatan maka dihubungkan hal itu dengan pengaruh-pengaruh daripada kekurangan-kekurangan sistem feodal.

4. Tahun 1500-1700

sebab kejahatan adalah asosiasi jahat, kebiasaan buruk dan kemalasan.

dari keempat tahap tersebut. yang paling menarik perhatian adalah tahap di 400 Sebelum Masehi. Pada tahap tersebut mereka percaya bahwa hedonisme menjadikan hal yang paling berpengaruh dalam tindakan seseorang untuk melakukan kejahatan atau tindakan kriminal.

Lucu sebenarnya membaca teori tersebut, karena pada saat ini pun masih begitu banyak orang yang melakukan tindak kriminal karena hedonisme. Mereka sebenarnya tidak kekurangan kebutuhan di dalam hidupnya, namun karena tidak ada rasa syukur, mereka akan mencari kesenangan lain hanya untuk kesenangan itu sendiri. Mereka tidak memiliki daya beli untuk memebeli kesenangan tersebut, sehingga merasa terpaksa untuk melakukan kejahatan kepada orang lain demi mendapatkan daya beli untuk kesenangan.

Cukup mengherankan sebenarnya pernyataan tersebut, juga menyadarkan diri bahwa manusia itu tidak ada perubahan sikap dari masa ke masa. Saat ini begitu banyak orang yang mencuri hanya karena mencari kesenangan saja. Mereka tidak sadar akan kehidupan mereka yang serba cukup, namun mungkin juga karena media massa yang tidak terkendali saat ini membuat mereka melihat banyak yang ditampilkan di media tersebut orang-orang yang bisa makan sepuasnya atau memiliki barang yang mewah dan juga bisa menggunakan peralatan atau melakukan hal yang sebenarnya di larang dalam agama maupun sosial.

Tidak ada yang jelas dalam tindakan kriminal yang hanya didasari dengan sikap bersenang-senang semata. Mereka juga biasanya yang melakukan hal tersebut karena tidak ada yang memberikan nasihat atau juga mengawasi gerak gerik mereka.

Namun yang jelas, sikap hedonisme adalah sikap yang patut untuk dijauhi dan jika kalian adalah orang yang mampu untuk hedon. Tolonglah, simpan saja hedon itu untuk diri kalian masing-masing. Kalian hanya akan membuat dunia ini lebih buruk lagi jika kalian salah membagikan postingan palsu tersebut.

0 comment :

Posting Komentar

Selamat Datang

Selamat Datang
Berbagi membawa Berkah :)

ikuti kami