Translate

Home » , , , , » Keadaan Normal : kebersihan individu

Keadaan Normal : kebersihan individu

Written By Umaru on Minggu, 07 Juni 2020 | 6/07/2020 10:35:00 PM

Tahun ini adalah tahun yang cukup menguras waktu dan materi tapi tidak dengan tenaga. Masyarakat di seluruh dunia sedang belajar cara membersihkan diri dari berbagai macam sumber penyakit dan mulai menjaga jarak antara satu orang dengan orang lainnya. Hal ini disebabkan karena adalah masalah kesehatan yang sudah menjadi pandemi. Tidak perlu disebutkan tipe apa itu, karena seluruh dunia mengalami ini (mungkin saja).

Apapun permasalahan dari penyebaran penyakit, baik cepat ataupun lambat tetap saja bersumber dari "pembawa". Tidak perlu merasa khawatir sebenarnya, jika tiap-tiap individu telah menjalankan perilaku hidup bersih dalam kesehariannya. Menjaga jarak juga telah diajarkan oleh setiap keyakinan yang bersumber dari kebenaran, berkumpul tanpa ada tujuan yang positif adalah sia-sia. Apalagi sengaja berkumpul untuk melakukan hal-hal yang telah jelas dilarang ataupun bersifat negatif bagi dirinya dan orang lain.

Tidak perlu risau dengan permasalahan dunia, karena dunia sudah pasti memiliki tujuannya juga. Individu dihidupkan pasti memiliki tujuan. Hal yang harus dirisaukan adalah ketika tidak memiliki tujuan hidup atau memilih cara hidup yang salah.

Penyebaran virus yang begitu cepat bukan tanpa sebab, ketika penguasa masih tetap berusaha untuk mengambil hak rakyat namun tidak memiliki pengetahuan mumpuni terkait masalah yang ada. Hasilnya percepatan tidak bisa dipungkiri, ditambah lagi dengan rakyat yang merasa harus produktif dengan kondisi apapun. Produktif dalam kamus lama yang harus keluar rumah, dan mengunjungi keramaian dan melakukan sesuatu secara fisik.

Mungkin, banyak yang belum paham mengenai cara kreatif yang bisa dihasilkan "hanya dengan dari satu perangkat bernama komputer". Entah dimengerti atau tidak, komputer mungkin hanya dianggap tempat mengetik dan memutar musik atau video. Masih banyak yang beranggapan bahwa "kerja" harus ada kantor dan keluar dari rumah untuk menjemput rezeki. Tampilan fisik juga harus lebih meyakinkan daripada pemikiran dan keterampilan. Sebelum bekerja harus ada pertemuan untuk sekedar apel atau briefing pagi dan sore.

Waktu kerja juga harus proporsional tanpa melihat hasil kerja. Produktif bukan berdasarkan karya, tapi berdasarkan kata "siap". Banyak orang-orang diluar sana yang lucunya menghamburkan uang demi jabatan dan akhirnya mengemis uang demi mengembalikan uang yang telah dihamburkan. Ini bukan lelucon, tapi disebut fakta banyak yang tersinggung.

Pengalaman dan jam terbang dianggap lebih baik dan sumber inspirasi daripada ilmu yang telah diuji. Semua orang baru dianggap rendah. Karya bukan solusi, tapi api bagi orang yang berpengalaman tersebut. Harus sekali dipermalukan dengan alasan membentuk integritas dan royalitas.

Permasalahan bukanlah dari "virus" biologis. Tapi dari krisis pemikiran yang tidak ada dasar ilmu. Yang berkuasa dipilih bukan berdasarkan keahlian, namun pada popularitas. Awalnya media tidak sengaja memberitakan hal berbeda dari satu tokoh. Seiring berjalannya waktu, rating menjadi segala-galanya. Karya aneh justru dicari dan trending, karya nyata menjadi terdiam dan dipermalukan.

Ini catatan, bermula dari pemikiran, memang tanpa dasar, namun tanpa unsur pemaksaan.
Pengertian bukan menjadi pemahaman bersama.


Saat ini sedang belajar disiplin untuk menulis.
permasalahan keseharian dan belajar akan ditulis diblog ini https://umaruddin93.wordpress.com/


0 comment :

Posting Komentar

Selamat Datang

Selamat Datang
Berbagi membawa Berkah :)

ikuti kami