Translate

Home » , , , , , » Kapitalisme & Kelas Menengah di Indonesia

Kapitalisme & Kelas Menengah di Indonesia

Written By Saya Salingbagi on Sabtu, 02 Agustus 2014 | 8/02/2014 06:57:00 AM

Kapitalisme di Indonesia
    Menurut oxforddictionaries.com kapitalisme secara harafiah diartikan sebagai sebuah sistem ekonomi dan politik dimana bidang industri dan perdagangan cenderung lebih dikendalikan oleh sektor pribadi atau bukan negara. Kapitalisme di Indonesia sendiri sudah ada pada zaman kolonial Belanda, yaitu Belanda melakukan sistem tanam paksa untuk kepentingan Belanda, sedangkan pekerjanya adalah rakyat Indonesia itu sendiri. Dan kapitalisme di zaman modern ini, yang semakin banyak berkuasa di Indonesia. Contoh kapitalis dalam beberapa bidang, sebut saja produsen kendaraan bermotor seperti Suzuki, Honda, Yamaha, Ford, dan sebagainya yang dengan leluasa mengembangkan industrinya dan menjual produknya di Indonesia. Lalu dalam bidang Energi ada Exxon, Chevron, Eni, Total E&P, PetroChina, BP, Santos, dll. Dan yang paling banyak di pertanyakan adalah PT Freeport sebagai perusahaan penggali batu mulia yang ada di Papua.
    Kapitalis dapat masuk di Indonesia adalah akibat dari masuknya campur tangan pihak asing, dan dalam hal ini pihak asing telah memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan dari kekayaan yang ada di Indonesia. Pihak luar dapat masuk ke Indonesia karena tidak ada aturan untuk pihak asing dalam mengeruk kekayaan di Indonesia, politik luar negeri yang cenderung mengesampingkan kesejahteraan rakyat, serta para pemegang kekuasaan di Indonesia cenderung untuk memeroleh keuntungan dari pada memikirkan rakyat yang dipimpinnya.

Konsumsi Kelas Menengah di Indonesia
    Berdasarkan media online antaranews.com  populasi kelas menengah mengalami kenaikan yang tajam, yaitu dari 37% pada 2004 menjadi 56,7% dari total penduduk di Indonesia pada 2013. Pada buku “satu dasawarsa membangun untuk kesejahteraan rakyat” yang diterbitkan oleh sekretarit kabinet SBY, kelas menengah adalah kelompok masyarakat yang membelanjakan uang perharinya dengan kisaran dua Dollar AS hingga 20 Dollar AS. Tumbuhnya kelas menengah di Indonesia juga dapat dilihat dari data statistik jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, jumlah penumpang pesawat terbang, jumlah rumah tangga yang memiliki HP, dan rumah tangga yang memiliki komputer serta memiliki akses internet. Litbang kompas mengkategorisasi kelas menegah mengikuti kategorisasi Bank Dunia. Pengeluaran per hari di bawah 2 dollar AS dalam penelitian ini digolongkan sebagai kelas miskin atau sangat bawah, 2-4 dollar AS kelas bawah, 4-10 dollar AS kelas menengah, 10-20 dollar AS mencerminkan kelas menengah atas, dan di atas 20 dollar AS mewakili kelas atas.
    Dari simpulan artikel diatas, dapat diterangkan bahwa kelas menengah di Indonesia adalah kelompok masyarakat yang memiliki pengeluaran 2 sampai 20 Dollar AS perharinya, dan saat ini kelas menengah di Indonesia menaik drastis dati tahun ketahun. Dalam hal belanja atau konsumsi barang, tentu saja kelas menengah menjadi sumber perhatian bagi para produsen. Hal ini dapat terjadi karena tingginya jumlah kelas menengah yang ada di Indonesia. Logikanya, kelas menengah yang ada di Indonesia sekitar 56,7% pada tahun 2013 dan setiap tahun diprediksi akan terus bertambah akan menaikkan tingkat penjualan oleh produsen barang di Indonesia, seperti penjualan makanan instan yang notabenenya kelas menengah suka dengan makanan tersebut.

Hubungan Kapitalis dengan Konsumsi Kelas Menengah di Indonesia
Dalam menjelaskan hubungan antara kapitalis dan tingkat konsumsi kelas menengah di Indonesia, dapat bermula dari tujuan dari kapitalis itu sendiri. Tujuan dari kapitalis pada umumnya adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Dari tujuan tersebut, para kapitalis berusaha keras agar hasil produksinya dapat laku terjual dipasaran, yang tentunya membawa keuntungan bagi kapitalis itu sendiri.
Untuk mensukseskan tujuan tersebut, kapitalis menjalankannya dengan memprediksi calon pembeli atau pasar yang pas untuk menjual. Dan yang menjadi sasaran dalam menjual ini adalah negara dunia ketiga ataupun negara pinggiran, yang mana negara pinggiran masih dalam era perkembangan dan pasti memiliki celah dalam bidang produksi dan konsumsi. Negara Indonesia adalah negara tujuan yang empuk bagi para kapitalis terebut. Lihat saja kenyataan yang ada di Indonesia, banyak kelas menengah yang berbondong-bondong mengonsumsi merek-merek terkenal walaupun harganya yang relatif mahal, seperti ponsel Blackberry, Iphone, Ipad, dan sebagainya.
Kelas menengah yang banyak membuat para kapitalis merasa tertarik untuk memasarkan produknya kepada mereka, cara terbaik dalam memasarkan produk mereka adalah dengan cara agar kelas menengah tersebut memiliki rasa memiliki terhadap barang tersebut, misalnya membuat komunitas dalam mengonsumsi barang tertentu, seperti adanya komunitas Beat yang saat ini melanda kalangan mudah, dimana komunitas motor matik tersebut menjadi komunitas yang dianggap keren dan memiliki kelas tersendiri dalam mata pemuda, sehingga para pemuda akan merasa tertarik untuk bergabung, dan syarat bergabung dengan komunitas tersebut adalah dengan memiliki motor beat yang sama. Dari komunitas itu juga dilakukan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian pemuda, seperti konvoi kendaraan ke pantai, jalan-jalan santai di kota, dan hal yang membuat pemuda tertarik yang lainnya. Dan pada akhirnya kendaraan bermotor tersebut akan hari semakin meningkat penjualannya.

0 comment :

Posting Komentar

Selamat Datang

Selamat Datang
Berbagi membawa Berkah :)

ikuti kami