Translate

Home » , , » Kesalahan dalam mengajarkan "Grammar"

Kesalahan dalam mengajarkan "Grammar"

Written By Saya Salingbagi on Kamis, 29 Mei 2014 | 5/29/2014 07:47:00 AM

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dan dijadikan bahasa internasional. Dengan demikian,mau tidak mau apabila ingin terjun di dunia internasional, paling tidak seseorang harus bisa menguasai bahasa yang satu ini. Ternyata bisa berbahasa Inggris saja tidak cukup untuk membuktikan seseorang bisa berbahasa Inggris, mereka harus mampu menuliskannya dan dengan benar sesuai aturan grammar. Nah... dari sini masalah muncul, tes-tes kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL, GRE, IELST, DLL adalah jenis tes yang biasa dianggap teruji dalam menentukan seseorang bisa atau tidak berbahasa Inggris.

Banyak orang yang ingin diterima bekerja, kuliah, dan sebagainya diperusahaan asing yang mengharuskan memiliki sertifikat Bahasa Inggris tersebut dengan nilai atau skor yang telah ditentukan, seperti TOEFL harus 550 atau IELST harus 7.5. Untuk bisa lulus tes tersebut, tentu saja harus menguasai grammar. hmmm... Tapi kenapa? kebanyakan orang yang telah belajar Bahasa Inggris yang tidak bisa mencapai skor yang demikian, mungkinkah salah mengajar atau bahkan salah belajar yang salah. Seperti yang di katakan oleh MICHELLE NAVARRE CLEARY is an associate professor and associate dean at DePaul University’s School for New Learning, and a fellow with the OpEd Project. Ada kesalahan fatal dalam mengajarkan grammar ini, yaitu guru-guru tidak membiarkan murid untuk bisa menulis dan berbuat salah, kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang seharusnya ditulis, dan tidak memberikan petunjuk mana yang salah.

Cleary juga menganalogikan seperti ini, ibarat seorang anak yang belajar naik sepeda, biarkan saja anak itu naik sepeda, mengayuh sepeda itu, dan apabila jatuh, mereka akan menemukan letak kesalahan yang ada "kenapa bisa jatuh". Dan belajar sepeda bisa dilakukan secara berulang-ulang sampai kesalahan itu bisa dihindari semuanya. Seperti itu juga belajar grammar Inggris, seseorang yang ingin belajar harus dibiarkan menulis, lalu biarkan juga mana-mana kesalahan yang telah Ia lakukan. Ulangi latihan itu secara berulang-ulang dan tentunya dengan bimbingan ahli. Setelah semua kesalahan bisa dihindari, maka bisa grammar bukanlah menjadi suatu yang susah lagi.

Oke, setelah pelajar sudah tahu mana-mana yang salah, selanjutnya ajarkan teknik-teknik untuk mencari dan membenarkan kata-kata yang dianggap salah dengan cepat dan mudah. Seperti bersepeda, setelah lancar bersepeda di jalan yang mulus, lalu ajarkan bersepeda di jalan yang berbatuan, becek, berbukit, dan sebagainya, sehingga bisa dengan sungguh-sungguh mahir bersepeda. Begitu juga dengan grammar, setelah bisa menulis dan mencari kesalahan sendiri, seseorang akan dihadapkan dengan persoalan yang lebih rumit dan rinci. Sebagai seorang guru, harus bisa untuk mengajarkan itu semua.

Mungkin inilah sedikit ilmu yang bisa salingbagi.com berikan, penulis yakin setelah membaca tulisan ini akan lebih membantu dalam memahami grammar, sayang dong bisa ngomong bahasa Inggris yang lancar tapi grammarnya masih kacau, sehingga institusi tidak menganggap kita bisa berbahasa Inggris. Hahaha, jangankan bahasa Inggris, Bahasa Indonesia saja masih ada EYD yang salah, walaupun sudah mahasiswa  atau bahkan doktor sekalipun. Hmmm...

Tetap Berbagi dan Semangat :)
salingbagi.com

0 comment :

Posting Komentar

Selamat Datang

Selamat Datang
Berbagi membawa Berkah :)

ikuti kami